Menghitung dan Mempersiapkan Dana Pensiun

Pensiun

Mempersiapkan dan memperhitungkan dana pensiun menjadi kebutuhan penting untuk dilakukan, karena apabila tidak dipersiapkan akan bermasalah nantinya. Terutama untuk para karyawan swasta yang hidup di Jakarta, rasanya dana pensiun sudah harus benar-benar diperhitungkan secara matang dan jelas. 

Lebih baiknya lagi untuk sudah mempersiapkan semuanya setelah jauh-jauh hari, sehingga apabila tenggang waktu pensiun sudah dekat tidak terlalu menakutkan. Dalam pembahasan kali ini kami mencoba mengulas tuntas mengenai pensiun dan cara menghitungnya. 

Mengenal Jenis Pensiun 

dana pensiun

Dalam perkembangannya ada beberapa jenis pensiun yang mungkin menarik untuk dikenal dan dipahami secara bersama-sama. Biasanya terbagi menjadi tiga, yaitu pensiun dini, pensiun cacat/sakit, dan pensiun normal. Semuanya memiliki kriteria dan ketentuan masing-masing mengenai jenis pensiun yang ada. 

Pensiun normal adalah proses untuk karyawan yang sudah memasuki usia tidak produktif atau tua, sehingga sudah berhak untuk pensiun. Pensiun seperti ini sudah lumrah terjadi dan banyak dilakukan oleh beberapa orang yang sudah lama mengabdi. Pensiun dini adalah kriteria pensiun yang diberikan untuk beberapa orang yang berhenti kerja dengan beberapa alasan. 

Biasanya terjadi untuk beberapa orang yang sudah cukup dan mampu hidup tanpa ada pemasukan bulan lainnya, dengan begitu pensiun dapat menjadi pilihan. Pensiun Cacat/ sakit adalah karyawan yang tidak mampu untuk bekerja, karena alasan sakit atau cacat. 

Apabila sudah memasuki masa pensiun dengan berbagai alasan diatas, maka karyawan swasta berhak mempersiapkan kebutuhan pensiunannya. Karena dalam hal ini seorang karyawan berhak mendapatkan uang pensiun tersebut. Sebab itu merupakan hak yang dimiliki oleh karyawan selama bekerja pada perusahaan tertentu. 

Biasanya pemberian uang pensiun itu dilakukan secara langsung dan penuh ketika statusnya sudah tidak aktif lagi untuk bekerja. Namun ada juga beberapa perusahaan yang memberikan uang pensiun layaknya gaji dan diberikan secara per bulan. Hal ini tentunya didasarkan pada beberapa kebijakan perusahaan masing-masing. 

Cara Menghitung Uang Pensiun

Sebenarnya di Indonesia sendiri untuk menghitung uang pensiun tersebut telah tercantum dan tertuang dalam undang-undang. Salah satunya terdapat dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 167 UU No. 13/2003 yang menyatakan bahwa perusahaan yang telah mengikutkan karyawan pada program pensiun yang dibayar penuh, maka karyawan tidak lagi mendapatkan uang pesangon dan uang penghargaan. 

Kebijakan itu telah ada dapat Pasal 156 ayat 2 dan ayat 3, tetapi karyawan berhak untuk mendapatkan penggantian hak yang telah sesuai dengan Pasal 156 ayat 4 / Pasal 167 ayat 1 UU No. 13 tahun 2003. Tentunya dengan menggunakan uang iuran untuk kebutuhan dana pensiun yang dibayarkan oleh kedua belah pihak antara karyawan dan perusahaan. 

Untuk perhitungannya yang telah ada dalam iuran pensiun tersebut, maka berhak dipotong 3 persen dari gaji per bulan. Ketentuannya 1 persen dari karyawan dan 2 persen dana yang dikeluarkan oleh perusahaan. Semuanya didasarkan pada ketentuan upah atau gaji setiap bulannya yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. 

Adanya jaminan pensiun yang diatur dalam Undang-Undang tersebut membuat pekerja pensiun dan cacat/sakit tersebut tetap bisa memberikan manfaat untuk keluarganya. Tentunya adanya dana pensiun dapat diterima dengan baik dan mempunyai manfaat yang besar. 

Apakah Uang Pensiun Wajib Pajak? 

Hal ini mungkin menjadi pertanyaan ketika banyak orang telah memasuki pensiun mengenai kewajibannya untuk membayar pajak. Dalam berbagai ketentuan dan telah tercantum dalam PP No. 68 Tahun 2009 tentang Tarif Pajak PPh Pasal 21 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.03/2010 menjelaskan bahwa tetap ada pemotongan pajak untuk hal tersebut. 

Ketentuan untuk penghasilan yang didapatkan dari Uang Pesangon, Uang Tunjangan Hari Tua, Uang Manfaat Pensiun dan Jaminan Hari Tua yang dibayarkan penuh tetap mendapatkan kewajiban untuk membayar pajak penghasilan. Bahkan untuk memahaminya, Anda dapat menyimak PP Menteri Keuangan terkait tata pembayaran beberapa penjelasan tersebut. 

Dengan demikian membuat para penerima uang pensiun sudah hampir memperhitungkan uang pajaknya dan tidak boleh lepas dari tanggungannya. Untuk Anda yang masih bekerja, mulai sekarang untuk mempersiapkan dan memperhitungkan mengenai dana pensiun, apalagi untuk Anda yang tinggal di Jakarta. 

Sebab kebutuhan dan pengeluaran kadang tidak sama, dengan begitu Anda sudah mempersiapkan seluruhnya dengan baik. Sehingga membuat Anda dapat lebih tenang dan panik, ketika memasuki dunia pensiun. Tentunya ini menjadi perhatian bersama dan lebih baik mempersiapkan segala kemungkinan yang ada. 

Bagaimana sudah memahami mengenai perhitungan uang pensiun? Apabila Anda sudah dekat memasuki waktu pensiun mulai sekarang mempersiapkan segalanya. Pastikan Anda memiliki perhitungan yang tepat mengenai uang pensiun yang didapatkan. Jika uang pensiun didapatkan sekaligus, alokasikan dana untuk beberapa hal secara bijak dan bermanfaat. 

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan berguna untuk Anda nantinya.